11

From "Kota Lama" with Love (All about Scandals)

Hallo Bloggers :) Sugeng ndaluuuuuuu, kabaripun sae-sae bae? Alhamdulilah...

Maaf kami keluar jalur lagi nih ya, kami mau sedikit eksis plus narsis sambil mringis nih hahaha...

Lokasi utama pembuatan film kami selain lokasi banjir, yaitu berada di taman samping Gereja Blenduk, Kota Lama, Semarang. Tempatnya memang sedikit panas dan ditambah foto-foto panas berikut ini:


Jreng jreng! Kami nggak mau kalah dengan Ariel versus Luna Maya yang sekarang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Tapi foto-foto panas di atas ini bukan para tersangka lho! Hahaha.. Foto-foto ini diambil candid atau secara sembunyi-sembunyi dan sepertinya sang tokoh di dalam foto belum mengetahuinya. Hihiy.. Sedikit jahil tapi asyik kan :)

Ayo tebak-tebak buah manggis, siapa ya yang ada di foto ini? Kalau mau nebak langsung koment saja ya, kami tungguuuuuu :)
8

Di Balik Kinerja Sang Kamera-Man

Night Bloggers :)

Sosok kamera-man dalam sebuah proyek film pastilah sosok terpenting setelah adanya sutradara. tapi untuk sebuah proyek film yang terkesan "Bukan Film Sungguhan" ini, sosok kamera-man menjadi sosok yang "biasa" dan sama saja kedudukannya dengan sutradara maupun pemainnya. Tapi ada apa dengan kamera-man ini:




Yak betul! Inilah kamera-man film kami "Banjir Lagi? Apa Lagi Banjir?" yaitu Rama Sanjaya . Di balik muka sangarnya sepertinya ia takut dengan panas matahari dan selalu menunjuk orang-orang yang seakan menjadi asisten-asistennya untuk setia meneduhkan dia dengan payung atau sterefoam. WOW!

Ajeng komen? Monggoooooo........
4

Kisah Pencopetan di Rumah ALLAH

Night Bloggers :)

Rabu itu seakan tidak ada pertanda apa-apa. Dengan matahari yang tidak begitu terik, menghantar kami semua ke kawasan Kota Lama - Gereja Blenduk siang itu (alhamdulilah kulit nggak gosong, hehe). Sesampainya di sana syuting lancaaaaaarr, nggak begitu banyak adegan ulang (yaa gimana ya, kita semua bakat jadi aktris/aktor sih ya). Yaa! ini beberapa foto behind the scene pembuatan film kita :

(Keterangan Gambar: Cuplikan gambar dari adegan kisah cinta sang reporter (Eggy) dengan korban banjir (Irnie) berawal dari jabatan tangan hingga nomor handphone.)



Tik tok tik tok dan menunjukkan pukul 13.00 saatnya berhenti sejenak untuk melaksanakan shalat dzuhur. Kami memilih Masjid Kauman di kawasan Pasar Johar karena lokasinya tidak jauh dari Gereja Blenduk. Masih ada bentuk tawa kami semua yang diiringi lagu D'masiv - Menyegarkan yang diputar terus-menerus di mobil Atoz milik Irnie. Sampai di masjid, kami semua melaksanakan shalat. Didahului Tataa - Astri - Irnie dan dilanjutkan oleh Titi dan Hemas. Sebelumnya saat Tataa - Astri sudah selesai shalat, mereka duduk-duduk di pintu masuk tempat shalat untuk wanita. Eh baru sebentar mereka duduk disitu, diusirlah oleh tukang sapu di masjid tersebut. Keluarlah mereka disusul Irnie. Dan sebelumnya lagi sewaktu Hemas dan Titi akan melaksanakan shalat, Hemas meletakkan tasnya di belakang dia berdiri saat shalat. Setelah Hemas selesai shalat dan taraaaaaaaaaaaaaaaa, tas Hemas terbuka!!!!!!!!!!! Apa yang terjadi? tik tok tik tok tik tok tik tok OOOOW EEEMMMM JIIIIIIII, DUA DOMPET HITAM LENYAP TAK BERSISA! (pemilik Irnie dan Hemas)

Kita semua bingung, mencari-cari, dan tak tertemu juga. Tataa mencoba untuk menahan orang-orang yang akan keluar ke pintu masjid dan mencoba menggeledah siapapun yang membawa tas pada saat itu (sebenernya nggak pengen su'udzan tapi apa salahnya dicoba dulu siapa tau ketemu siapa yang nyolong). Huuuuuuuuuuuh, nggak ketemu juga. Setelah kami semua berkumpul (Tataa - Irnie - Astri - Hemas - Titi - Eggy - Rama) kita langsung lapor ke security setempat dan kantor polisi terdekat.

Dan kami pulang penuh haru tanpa melanjutkan syuting lagi (ya iyalah mana konsen kalo dompet ilang).

Hemas dan Irnie mencoba untuk mengikhlaskan dan melupakannya. Walaupun pada saat itu uang di dompet tidak terlalu banyak tapi yang paling meresahkan adalah ATM, SIM, dan STNK plus KRS. Malamnya, secara tiba-tiba dan tak terduga-duga (lebey), seseorang menghubungi Hemas lewat telephone genggam alias ponsel alias handphone alias hape dan memberitahukan bahwa dompeeeetnya ketemuuuuuuuuuuuu! Ditemukan di bawah lemari masjid and we said thank you so much God! Hahahahaha ada buah dari segala keikhlasan kan? Hingga posting ini dibuat, mereka belum mengambil dompet mereka kembali. Ya memang biadap sekali yang mencopet. Bisa-bisanya mencopet di rumah Allah sehabis melaksanakan shalat lagi, nggak kebayang dosanya kayak apa. Semoga saat dompet sudah kembali, beberapa barang penting tidak ikut lenyap dicopet ya. Amin.

Pesan untuk Hemas dan Irnie :
1. Jangan ceroboh meletakkan barang penting tanpa pengawasan.
2. Jangan menitipkan barang kepada orang yang ceroboh.
3. Jangan shalat di Masjid itu lagi (rawan copet boook!).
2

Tawangku sayang Tawangku malang



Kawasan Kota Lama di Semarang sejak lama dikenal sebagai Little Netherland si Indonesia oleh warga Belanda. Di kawasan ini elok rupa bangunan kuno peninggalan zaman Kolonial Belanda masih bisa disaksikan, tak terkendali kemegahan bangunan Stasiun Semarang Tawang.

Dalam usia 99 tahun, PT KA berencana merestorasi bangunan yang didirikan tahun 1911 itu. Bangunan dengan pilar dan tembok kokoh serta puncak atap berbentuk kubah itu merupakan aset stasiun PT KA yang membanggakan.

Upaya merestorasi bangunan stasiun yang didirikan perusahaan KA swasta Belanda, Nederlangs Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), layaknya embusan angin segar menyejukkan. Sekitar akhir Januari 2006 banjir setinggi hampir 50 cm merendam seluruh areal stasiun. Banjir seolah menenggelamkan kemegahan bangunan Stasiun Semarang Tawang.
Penyebab banjir, selain curah hujan yang tinggi tiga hari berturut-turut dan air pasang laut Jawa, juga hilangnya area resapan di sebelah utara stasiun. Rawa yang dahulu melingkupi bagian utara stasiun sejak 1985 berubah menjadi permukiman.

Banjir merupakan hantu yang harus dihadapi bangunan Stasiun Tawang. Namun, gunungan smapah di tambak sebelah timur stasiun juga musuh utama yang harus dihadapi.

Restorasi Stasiun Semarang Tawang bukan sekadar upaya memberi kebebasan pada dinding stasiun leluasa bernapas. Restorasi ini menyadarkan betapa pentingnya pelestarian bangunan stasiun sebagai aset dan bagian dari sejarah perkeretaapian Indonesia yang genap berusia 139 tahun pada tahun ini.

Stasiun Tawang adalah aset yang penting khususnya bagi kota Semarang, jadi sebagai masyarakat yang peduli lingkungan, kita wajib melestarikan yaaaa^^,
3

Kenapa Banjir di Semarang? Kenapa dooooooongg?

Terinsiprasi dari percakapan para pengguna FaceBook :

Joko : Kota Semarang Banjiiiiiiiiiiiiiiiiiir.... Banjiiiiiiiiiiiiiiiiiirrrr.... Sampun dados kebiasaan wonten kutho Semarang.. Monggo pripun carane nangani banjir biki :-)

Gustri : Gustri nggak tau musti ngomong apa, cuman menurut cerita jaman kuno, kota Semarang itu kota buatan Belanda atas perintah Ratu Helmina, di daerah tanah mas dulu adalah area hutan bakau, kalo sekarang masih jadi hutan bakau.. Pasti Semarang nggak bakalan banjir.. Lha wong arsitek Belanda sudah ngitung kok waktu mbangun kota Semarang, tapi ya sudahlah, dinikmati saja.... I LOVE SEMARANG!

Alexander Agus : Kenapa banjir... Karena air yang turun terlalu banyak...

Rojabul : Harusnya, pemimpin di Semarang adalah putra daerah yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.. Itulah hal yang harus diperhatikan oleh setiap pemimpin di mana saja..


PR kita nih sebagai Planner ;) Permasalahannya sebenarnya adalah karena banyak orang-orang yang tidak memerhatikan lingkungannya. Bisanya hanya NATO (Not Action Talk Only)... Weleeeeeeh
0

Welcome :)

Welcome to our first Blog :)